Kamis, 23 Desember 2010

Kenapa menghafal

Jika kita tanyakan kepada sebagian peserta didik, mengapa mereka memilih jurusan ilmu-ilmu alam, jawaban spontan yang keluar adalah karena mereka tidak suka menghafal. Saya lebih bisa berhitung daripada menghafal. Jawaban ini juga yang terlontar dari teman-teman satu jurusan waktu awal-awal kuliah dulu, ketika saya tanya kenapa mengambil jurusan fisika teoritis. Tetapi benarkah ketika kita mengambil jurusan yang berbau-bau ilmu alam tidak perlu menghafal? Bagaimana dengan rumus-rumus yang kelihatan manis itu? Seperti persamaan gelombang, persamaan bernoulli, persamaan schrodinger ataupun ketidakpastian heisenberg. Apalagi dengan prinsip-prinsip, teorema atau aksioma. Bukankah kita harus menghafal rumus-rumus dasar terlebih dahulu sebelum kita mendalami konsep-konsep baru? Atau setelah kita memahami konsep-konsep baru, kita juga akan menggunakan rumus-rumus dasar atau menghasilkan rumus-rumus dasar yang baru, yang jauh lebih memudahkan kita untuk memecahkan masalah jika kita hapal rumusnya.
Begitu juga para bapak-bapak dan ibu-ibu instruktur. Terkadang dengan rasa percaya diri yang tinggi lantas memberikan saran agar ketika belajar fisika tidak perlu menghafal rumus-rumus. Sebaiknya beliau-beliau ini mengatakan bahwa belajar fisika tidak saja harus menghafal rumus-rumus, tapi juga harus mengingat dan memahami konsep-konsep dasar sehingga kita tahu bagaimana menggunakan rumus-rumus tersebut.

Lantas? Mungkin kita harus bisa membedakan antara kurang suka menghafal dengan malas menghafal. Atau jangan-jangan kita malas belajar? Karena kemalasan akan bisa menimbulkan ketidaksukaan, atau ketidaksukaan juga bisa menimbulan kemalasan.

Disini, sebenarnya apa yang kita lakukan berawal dari ketidaksukaan. Rasanya tidak ada aktivitas di dunia ini yang kita lakukan tanpa diawali dengan rasa tidak suka. Coba tanyakan kepada ibu-ibu kita, bagaimana kita ketika kecil dahulu. Misalnya, begitu susahnya kita untuk disuruh makan, karena kita pada waktu itu kurang suka sehingga menjadi malas makan, dan kini telah beratus-ratus kilo nasi yang telah kita olah dan proses didalam perut kita, karena kita saat ini begitu suka dengan nasi tersebut.


Kita menjadi pembelajar yang hebat pada saat itu, meski kita tidak suka menerima kenyataan bahwa kita akan terjatuh di jalan dengan sedikit luka, ketika kita mencoba belajar berjalan. Begitu baiknya orang-orang baik yang ada disekitar kita menjadi penyemangat agar kita tetap mencoba terus menatih-natihkan kaki kita, satu dua, agar kita bisa melangkah dengan tegap nantinya.

Atau jangan-jangan kita menangis ketika kita dilahirkan didunia karena kita tidak suka dengan dunia ini pada awalnya? Setelah itu, begitu cintanya kita kepada dunia, sehingga kita akan malas untuk meninggalkan apa-apa yang bersifat duniawi.

Puasa, siapa sebenarnya yang suka melakukan ibadah seperti ini pada awalnya? Saat kita diminta untuk menahan lapar, haus dan mengendalikan hawa nafsu. Tapi bagi yang kemudian tahu, bahwa segala rasa yang harus ditahan pada waktu berpuasa itu justru akan menerbitkan kemanfaatan-kemanfaatan yang tidak akan kita peroleh dari kegiatan-kegiatan manapun. Rasa lapar dan haus yang mendera kita ternyata bisa menyehatkan kita dan melatih perasaan kita untuk berempati kepada penderitaan orang lain yang belum berkecukupan; belum lagi jika dihitung dengan apa yang akan diberikan Allah Subhana Wa Ta’ala nantinya.

Seperti halnya memakan obat, siapa yang suka dengan pahitnya obat? Tetapi jika kita tahu manfaatnya setelah kita memakan obat itu, maka kita akan menyukai untuk menelan obat itu layaknya kita menelan sepotong burger.

Begitu juga menghafal. Jangan diikuti ketidaksukaan kita untuk menghafal. Dengan waktu yang hanya kurang dari 120 menit ketika ujian nasional nanti, kita perlu hafalan rumus-rumus untuk menyelesaian sekitar 40-an soal yang memang dirancang untuk bisa diselesaikan oleh orang-orang yang telah hafal beberapa persamaan-persamaan.

Banyak hal didunia ini bisa dinikmati jika kita bisa menghafal. Kita harus hafal teks-teks nasyid jika kita ingin bersenandung, kita harus hafal al-Quran jika kita ingin dimuliakan di dunia ataupun diakhirat. Kita juga harus hafal beberapa do’a-do’a agar kita dilindungi-Nya. Kita juga harus hafal jalan pulang kita kerumah (ha? Memang ada yang lupa?).

Memang sedikit sulit awalnya dalam proses menghafal itu. Meski banyak cara disarankan, namun yang terbaik bagaimana kita bisa menghafal dengan cepat dan tepat adalah cara yang kita miliki sendiri. Temukan caranya. Cara-cara yang dibuat oleh orang lain, hanya untuk memperkaya cara kita menghafal atau untuk memberikan alternatif bagaimana model kita menghafal. Bisa mengulang-ulang membaca, bisa menulis ulang, bisa menempel di dinding, bisa dengan cara digunakan berulang-ulang dan seterusnya. Untuk fisika, salah satu cara terbaik adalah sering-sering berlatih menggunakan rumus-rumus itu agar rumus-rumus itu terhapal (ini salah satu hal, kenapa hand-out kita berisi lumayan banyak soal-soal latihan). Akan tetapi, cobalah temukan cara terbaik yang bisa kita gunakan, dan itulah kita.

Sekali lagi, jangan malas menghafal. Agar setelah ujian yang akan datang jangan sampai terucap lagi kata-kata: aduh, gimana ya, saya benar-benar tidak menghafal rumusnya, jadi gak bisa ngerjain soal itu.

Terakhir, setelah kita berusaha untuk menghafal, berdoa’alah kepada-Nya:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا،وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allahumma inni as aluka ‘ilman naafian, war rizqon toyyiban, wa ‘amalan mutaqobbala…

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima.” (HR Ibnu As-Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah, no. 54, dan Ibnu Majah n0. 925. Isnadnya hasan menurut Abdul Qadir dan Syu’aib al-Arna’uth dalam taqiq Zad Al-Maad 2/375).

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا

Allumma inni a’udzubika min ‘ilmin laa yanfa’u wa min qolbi laa yakhsya’u wamin nafsin laa tasyba’u wa min da’watin laa yustajaa bulahaa

“Ya Allah. Sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah merasa kenyang dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (Hadits dari Zain bin Arqam radhiallahu ‘anhu, HR Muslim No. 6906 )

رَبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا.

Robbi zidnii ‘iIman warzuqnii fahmaa.

Ya Alloh, tambahkanlah ilmu pengetahuanku dan berilah aku kefahaman

اَللَّهُمَّ انْفَعْنِيْ بِمَا عَلَّمْتَنِيْ وَعَلِّمْنِيْ مَا يَنْفَعُنِيْ وَزِدْنِيْ عِلْمًا وَالْحَمْدُِ للهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَاَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Alloohumman fa’nii bimaa ‘allamtanii wa’allimnii maa yanfa’unii wa zidnii ‘ilmaan walhamdulillaahi ‘alaa kullii haalin wa a’uudzubilaahi min ‘adzaabin naar
“Ya Allah, berilah kemanfaatan untukku ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarilah aku ilmu yang bermanfaat bagiku serta tambahkan untukku ilmu. Segala puji bagi Allah atas segala keadaan . Dan aku mohon perlindungan kepada Allah dari siksa api neraka. (HR Ibnu Majah dan Tirmidzy

Minggu, 05 Desember 2010

Penerimaan hadiah lomba tahfidz











Photo penerimaan hadiah lomba hafalan




Sabtu, 04 Desember 2010

Otak kiri hebat

Katanya di Mesir, 18 Juz setelah lulus SD itu mudah. Biasanya malah 30 JUZ !! Benar-benar hebaaat!! Tapi anda akan lebih tercengang lagi manakala tahu bahwa sebenarnya otak kita telah didesign dengan baik untuk menghafalkan 30 juz Al-Quran. Kenapa kita tak mampu menghafal sebenarnya bukan karena ketidak mampuan kita, tapi lebih pada ketidak MAU-an kita untuk menghafal.

Sebelum kita bicara banyak soal metodenya, yuk kita bahas dulu bagaimana otak kita yang luar biasa dahsyat menyimpan memorinya.

Otak ini subhanalla, telah melakukan kerja yang benar-benar DAHSYAT!! Otak menyimpan memori di 3 tempat sekaligus yaitu di dalam otak itu sendiri, di seluruh sel-sel tubuh dan di alam semesta.

Penyimpanan di otak itu sendiri saja sudah membuat kita geleng-geleng kepala. Konon katanya, kapasitas otak manusia ini kalau dibuat dalam bentuk server super komputer, maka seluruh permukaan bumi ini tak mampu menampungnya. Padahal otak kita bukan cuma melakukan penyimpanan disana saja. Masih ada backup data di seluruh sel-sel tubuh kita.

Ini dibuktikan secara tak sengaja dalam suatu operasi cangkok jantung. Ada seorang donor jantung yang mengalami pembunuhan. Nah, karena semasa hidupnya dia telah mendonorkan jantungnya, maka jantungnya diambil dan diberikan kepada seorang pasien. Paska operasi cangkok jantung itu, sang pasien sering bermimpi mengalami suatu pembunuhan. Bahkan kemudian semakin menjadi-jadi. Saat dia santai, sekelebat bayangan peristiwa pembunuhan nampak jelas terlihat seolah-olah dia mengalaminya.

Akhirnya dia konsultasi dengan psikiater dan kemudian psikiater ini mencoba mencari data di kepolisian. Akhirnya pasien ini diminta menceritakan mimpi2 dan bayangannya. Dan berkat keterangannya, akhirnya pembunuh tersebut bisa tertangkap. Hingga saat ini, sedang dicari metode membaca memory yang tersimpan di organ tubuh ini. Kalau ini berhasil ditemukan, maka kejahatan apapun akan mudah sekali terungkap.

Lalu benarkah otak juga menyimpan informasi di alam semesta?

Ini sebenarnya sering kita alami. Pernahkah anda memikirkan seorang teman, merindukannya lalu tiba-tiba saja dia SMS atau telp anda? Atau pernahkah melakukan sesuatu yang seolah-olah pernah anda lakukan sebelumnya (istilah keren-nya dejavu). Boleh jadi, itulah proses dimana otak kita mengirimkan sinyal ke alam semesta dan secara kebetulan tertangkap oleh teman anda. Atau boleh jadi ada seseorang yang melakukan sesuatu lalu mengirim memorinya ke alam semesta. Saat anda kebetulan melakukan hal yang sama, maka frekuensi anda telah sama dan anda seolah-olah pernah melakukan hal yang sama.

Keajaiban yang lebih dahsyat lagi terjadi pada anak-anak usia 0 – 8 tahun. Otak anak-anak ini melakukan penyimpanan memori dalam jumlah yang sangat besar dan luar biasa. Ibarat komputer baru, mereka ini sedang diisi program-program, system operasi dan software-software untuk menjalankan aktifitasnya. Di dalamnya jg akan terinstall antivirus yang berguna mencegah super komputer ini dari serangan virus2 yang tidak dikehendaki.

Untuk menanamkan Al-Quran dalam otak anak kita di usia ini, caranya amat sangat mudah. Anda cukup memperdengarkan Al-Quran sesering mungkin. Menjadikan hidupnya dengan dengan Al-Quran dalam tiap kesempatan. Ini terjadi di Aljazair, dimana anak usia 3 tahun telah mampu menghafal Al-Quran. Gak percaya? Coba tonton video ini:

Masih banyak ternyata anak-anak lain yang seperti ini. Konon katanya, anak ini menghafal tanpa disengaja. Gara-garanya seluruh keluarganya suka membaca Al-Quran dan dia sering bermain-main di dekat mereka. Akibatnya Al-Quran masuk begitu saja dan tertanam rapi di otaknya.

Jika anak anda mampu menghafal aneka lagu dengan baik, maka bisa ditebak hoby anda dan keluarga anda bukan? Dan bila anak anda pintar membentak dan membanting pintu, kira-kira apa kegemaran keluarga anda?
Diakses dengan kata kunci:
dahsyatnya alquran, dahsyatnya al quran, otak kita, fahim quran, video anak yang membanting alquran, dahsyatnya otak kita, dahsyatnya otak manusia, fahim alquran, dahsyatnya membaca alquran, dahsyatnya membaca al quran, otak penyimpan memori, dahsyat otak anak usia emas, dahsyat otak, proses cangkok jantung, sebenarnya otak kita, cangkok otak, penyimpanan memori di otak, Operasi cangkok jantung, otak, otak anak menghafal, otak dahsyat, otak kita luar biasa, otak penyimpan memory, otak komputer tercanggih, Otak Mampu Menghafal Seluruh Alam Semesta, penyimpanan memori otak, proses deja vu dengan otak, video dahsyatnya otak manusia, Training fahim quran, tips magic memori otak, tempat simpan memori dalam otak, subhanallah dasyatnya, software fahim quran, sd al-azhari, quran subhanallah, proses terjadinya memori otak, proses terjadinya cangkok jantung, proses penyimpanan memori otak, proses penyimpanan memori dalam otak bisa, metode penghafalan, metode Fahim Quran, metode fahim alquran, dahsyatnya menghafal al quran, akibat cangkok otak, dahsyat otak manusia, Dahsyat, cara pintar menghafal alquran, CARA MENGHAFAL AL-QURAN TERMUDAH DAN TERCANGGIH, cache:Q3T4fOuNMAIJ:lutviavandi com/search/cara mencari emas mencari emas, berita pembunuhan terbaru yg mencari organ tubuh

Jumat, 03 Desember 2010

Cara murojaah

“Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (Sunnah Nabimu). Sesungguhnya, Allah adalah Mahalembut lagi Maha Mengetahui.” [QS al-Ahzab: 34]

“Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur’an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh.” [HR. Tirmidzi]

Hafalan quran merupakan sesuatu yang sangat berharga. Sangat rugi apabila kita kehilangan ayat-ayat yang pernah kita hafal. Bahkan ulama mengatakan perihal mana yang lebih penting: menambah hafalan atau menjaga hafalan, maka yang perlu diprioritaskan adalah menjaga hafalan. Tentu sangat utama apabila kita bisa konsisten menambah hafalan dan juga tetap menjaga yang sudah dihafal dengan baik.

Banyak sekali cara-cara untuk menjaga hafalan quran. Ada beberapa buku yang membahas tentang itu. Pada tulisan ini, saya hanya akan membagi kiat menjaga hafalan yang selama ini saya praktekan dan, alhamdulillah, cukup manjur bagi saya dalam menjaga hafalan quran yang saya miliki. Intinya adalah, isi waktu ‘bengong’ (dimana tidak memungkinkan untuk mengerjakan suatu aktivitas lain) dengan mengulang-ulang hafalan.

Tips yang pertama: ketika dalam perjalanan (ke kampus atau pulang ke kosan misalnya) baik berjalan kaki maupun naik kendaraan, temani perjalanan kita dengan lantunan ayat-ayat yang sudah kita hafalkan. Tanpa terasa dengan cara itu, saat sampai ke tempat tujuan kita sudah berhasil mengulang setengah sampai satu juz hafalan.

Kiat yang kedua: misalkan kita terbiasa olahraga lari pagi, iringi derap lari kita dengan mengulang hafalan. Jika kita memiliki hafalan satu juz, maka jangan berhenti berlari sebelum selesai mengulang satu juz. Atau jika kita menargetkan lari 3 km, maka selama lari kita mengulang hafalan, kemudian jika belum selesai sebanyak jumlah ayat yang dihafal, lanjutkan mengulang hafalan saat duduk atau istirahat sehabis lari.

Demikian, mudah-mudahan tips sederhana ini bisa membantu dalam menjaga hafalan quran.

* Share/Bookmark

Kiat-kiat Dalam Menghafal Al-Qur’an

* Kiat-kiat Dalam Menghafal Al-Qur’an

1. Menghafal satu hari satu halaman lalu diulang seiap habis sholat 5 waktu di hari pertama menghafal.

2. Di hari kedua menyetorkan halaman baru dengan pengulangan halaman yang telah disetorkan di hari pertama.

3. Di hari ketiga mengetoran halaman baru dengan pengulangan 2 halaman yang telah disetorkan 2 hari sebelumnya dan begitu seterusnya (batas pengulangan minimal 3 hari).

4. Di hari keenam (akhir pekan) menyetorkan seluruh hafalan yang telah dihafal pekan itu.

* Kiat-kiat Memuraja’ah Hafalan

1. Hafalan yang disetorkan di pagi hari harus diulang setiap kali sehabis sholat fardhu

2. Seluruh hafalan yang sudah ada, harus terulang semua dalam waktu satu pekan. Misalkan saya mempunyai hafalan 6 juz, maka dalam waktu seminggu seluruh hafalan itu harus terulang. Dengan cara Jumlah Hafalan dibagi jumlah Hari dalam sepekan.

3. Diusahakan mengulang hafalan dalam shalat malam. Karena pada waktu itu hafalan yang di muraja’ah atau dihafal akan sangat melekat dengan cepat.

4. Lalu berdo’a untuk dikaruniai hafalan yang kuat.

Misalnya: “Allahumma ij’al hifdzii qawiyyan, wa ij’al hifdzi yajrii kamaa jaraa al ma’a, wa ij’al hifdzii mubaarakan”.(Ya Allah, Jadikanlah hafalan saya hafalan yang kuat. Ya Allah, jadikan hafalan saya mengalir seperti mengalirnya air, dan jadikan hafalan saya penuh keberkahan dari-Mu).

5. Lalu menyetorkan hafalan ke teman yang juga mempunyai hafalan yang sama banyak dan kuat (partner).

Di samping itu dengan adanya lomba-lomba (Musabaqoh Hifzhil Qur’an) yang diadakan. (Nopember 2010)

Cara menghafal dengan cepat

Cara untuk dapat menghafal dengan cepat antara lain adalah :
1. Panca Indera
Di dalam membaca keterampilan memperhatikan perlu kita pelajari, karena akan sulit mengingat sesuatu apabila kita tidak memperhatikan dari awal. Dengan menggunakan kombinasi penglihatan (mata), bunyi (telinga), gerak (tangan dan kaki), bau (hidung), dan rasa (lidah), akan menciptakan memori terkuat.
2. Membuat Kesan
cara supaya sesuatu dapat diingat membuat menjadi lebih berkesan, buat kesan objek yang akan kita ingat secara imajinatif dan berlebih-lebihan.
3. Mainkan Emosi
Untuk memainkan emosi dengan membuat kesan yang bermuatan cinta, kebahagiaan, dan kesedihan mudah untuk diingat. Dengan menggunakan kesan dari perasaan hangat, perasaan yang membuat jantung kita berdegup kencang dan memancarkan kebahagiaan, akan membantu memori kita.

4. Imajinasi dan Asosiasi
Pergunakanlah asosiasi dan imajinasi pribadi kita seperti anggota-anggota keluarga kita, rumah kita, kantor, teman-teman, peristiwa, dan hal-hal yang istimewa bagi kita.
5. Repitisi
Usahakan selalu berkonsentrasi secara penuh pada materi yang sedang dipelajari dan mengulangnya dengan cara yang berbeda dan kreatif seperti mengucapkannya keras-keras dan lebih baik bila dibuat peta pikiran.
6. Password
Usahakan mengingat bagian pertama dan terakhir karena bagian tersebut paling mudah untuk diingat. Buat password untuk bagian-bagian tersebut dan jadikan keyword untuk mengingat bagian-bagian lain.

Apabila ditanya tentang cara menghafal

Apabila ditanya tentang cara menghafal, pelajar akan terbayangkan nota-nota yang dipenuhi tulisan yang perlu dihafal. Memang susah hendak menghafal, terutamanya jika tulisan-tulisan itu semua sukar untuk dibaca. Ini membuatkan pelajar rasa tidak bersemangat untuk menghafal.


Adakah memang sukar untuk menghafal? Mungkin�. mungkin sukar jika anda tidak tahu caranya yang betul.
Dulu, saya selalu terfikir bahawa, orang yang mudah untuk menghafal sesuatu adalah seseorang yang sangat bijak berbanding dengan orang lain. Beliau pasti mempunyai ibu bapa yang berpendidikan tinggi dan juga sudah sedia ada bijak sejak beliau dilahirkan. Jadi, saya sentiasa merasa rendah diri apabila saya membandingkan diri saya dengan seseorang yang mudah menghafal ini.
Namun, setelah saya menghadiri beberapa kursus dan membaca beberapa buku tentang teknik menghafal, saya dapati, semua orang mempunyai kebolehan untuk menghafal.


Jadi, sebagai permulaan, anda perlu tahu, manusia tidak mempunyai memori yang lemah. Mungkin selama ini anda sering menghadapi kesukaran untuk menghafal lalu anda fikir anda mempunyai memori yang lemah. Malah ada juga orang disekeliling anda yang melabelkan anda sebagai lemah ingatan. Mereka itu mungkin masih belum terdedah kepada fakta-fakta tentang kehebatan manusia ciptaan tuhan. Tetapi, kalau daya ingatan kita tidak lemah, mengapa terlalu sukar untuk kita menghafal sesuatu?

Pakar Memori Amerika Syarikat

Lihat dan cuba fahami kata-kata Mr. Kevin Trudeau, �I didn�t have learning disability, I just had an untrained memory� (Saya bukan lemah dalam belajar/menghafal, saya cuma mempunyai daya ingatan yang tidak dilatih).
Kevin adalah pengasas bagi American Memory Insitute di Amerika Syarikat. Institut ini mengajar pelajarnya cara-cara menggunakan sepenuh kebolehan daya ingatan manusia bukan sahaja untuk keperluan belajar atau pekerjaan, malah untuk kegunaan harian. Namun Kevin pada zaman kanak-kanaknya adalah dianggap sebagai seorang pelajar yang sangat lemah, hinggakan beliau hampir-hampir dilabelkan sebagai pelajar yang mempunyai IQ di bawah paras normal. Beliau bekerja keras untuk mencari jalan bagaimana beliau boleh menggunakan potensi sebenar beliau. Akhirnya, beliau menemui rahsia menggunakan sepenuh potensi daya ingatan dan kini, beliau terkenal di serata United States sebagai �Pakar� dalam bidang daya ingatan.


Satu contoh betapa hebatnya Kevin ini, beliau pernah menghadiri satu majlis yang dihadiri oleh lebih dari 50� orang. Apabila Kevin berkenalan dengan orang baru, Kevin akan bertanyakan nama penuh orang-orang tersebut. Di akhir majlis tersebut, Kevin mampu bersalam dengan semua orang yang berkenalan dengannya tadi dan menyebut nama penuh masing-masing.
Untuk menghafal, anda perlu tahu satu perkara asas. Apakah bahasa memori kita? Bahasa Melayu? Bahasa Inggeris? Bahasa Cina? Atau bahasa India? Untuk mengetahuinya, jawab soalan ini.
Jika saya sebut perkataan kucing, apakah yang terbayang difikiran anda? Adakah perkataan K.U.C.I.N.G. ? Atau gambar seekor kucing?


Tentu gambar seekor kucing bukan?
Maksudnya, bahasa otak kita adalah �gambar�. Disebabkan itu, kita lebih mudah mengingat gambar dari perkara lain seperti tulisan. Jadi, jika anda merasa sukar untuk menghafal, jangan risau. Bukan anda memiliki daya pemikiran yang lemah, tetapi, anda mungkin selama ini cuba menghafal tulisan, bukan gambar

Pada hari jum'at

Pada hari jum'at, tepatnya tanggal 4 sore. Ketika itu seperti biasanya saya mulai menghitung dari 1 sampai 10, pertanda waktu tahfidz dimulai, dengan suara yang sangat parau. Setelah selesai aku mulai beraktivitas mengontrol keadaan santri-santri ketika menghafal Al-QUR'AN. Dimulailah dengan membuat lingkaran yang besar, dan mulai memberikan nasehat-nasehat, tiba-tiba...

datanglah beberapa anak yang terlambat, mulailah teman-temannya mengatakan: "iklan....iklan...", dengan tersipu malu, mereka mulai duduk, kemudian aku mengatakan kepada semuanya: "silahkan jangan bergurau dan jangan berbisik-bisik", kemudian aku persilahkan kepada mereka untuk membaca AL-QUR'AN. Singkat cerita, setelah selesai sholat maghrib, aku mulai do'a bersama, aku memberikan tausiyah lagi. "Jangan bergurau dan jangan bermusyawarah"! kemudian mulailah mereka bubar, aku mulai berjalan mengontrol keadaan, tiba-tiba, aku berfirasat buruk akan terjadi