Selasa, 04 Desember 2012
HAFALKAN QURAN RAIH KEBAHAGIAAN
Alhamdulillah segala puji bagi
Allah SWT yang telah memberikan kenikmatan
kepada kita nikmat iman, kesehatan, sehingga kita bisa melakukan
aktivitas dengan leluasa tnpa hambatan yang berarti, voice qur’an untuk edisi pertama
ini Alhamdulillah bisa diterbitkan walaupun dalam kesibukan terus menggelayuti
para pembuat majalah dinding ini, terkait tema pada kesempatan ini saya akan
menceritakan tentang Kisah Seluruh Anggota Keluarga hafal AlQur’an
Di Riyadh ada sebuah keluarga
yang memiliki 10 orang anak yang kesemuanya mampu menghafal AlQuran secara
sempurna. Mereka menyisihkan kebanyakan waktu mereka untuk membaca, murojaah dan tafsir AlQur’an.
Dialah Ummu bakr yang hidup di lingkungan ilmu. Ayahnya seorang penuntut ilmu
dan senantiasa berupaya mendidik anak anaknya dengan baik. Ditempat tinggalnya
ada sebuah adat bahwa wanita tidak diperkenankan menikah sebelum menghafal
AlQur’an. Maka ia mampu menghafal ketika berusia 13 tahun.
“Ayahnya seorang yang
berkomitmen, Oleh karenanya ia menikahkannya dengan seorang pemuda shalih yang
juga seorang haafidz berusia 19 tahun yang mencintai AlQur’an dan sangat
perhatian untuk mengulang ulangnya. Ia tahu jika ditanya surat mana tempatnya,
nomor ayat keberapa dan tempatnya dalam AlQur’an tentu ia akan menjawabnya.
Keluarganya terdiri dari 13 orang. 10 dari mereka
termasuk suaminya telah hafal AlQur’an
secara sempurna. Adapun si kecil sedang menjalani proses penyelesaian
hafalannya.
Para pembaca dari kisah ini
menunjukkan bahwa menghafal Qur’an itu mudah dan membawa kebahagiaan, bagaimana
tidak bahagia, sedangkan Rasulullah saw mengabarkan
Sesungguhnya orang yang menghafal
Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, niscaya Allah memberinya pahala yang besar
dan sangat memuliakannya, hingga naik derajatnya di surga sesuai dengan apa
yang ia baca dengan tartil dari Kitabullah.
Imam At-Tirmizi (2914) dan Abu
Daud (1464) telah meriwayatkan dari Abdullah bin Amr dari Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, “Dikatakan
kepada pemilik Al-Qur’an, ‘Bacalah, mendakilah dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau
membaca nya secara tartil di dunia. Karena sesungguhnya kedudukanmu di akhir
ayat yang engkau baca.” (Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albany dalam
As-silsilah As-Shahihah: 5/281 no. 2240)
Beliau berkomentar setelahnya,
“Ketahuilah bahwa maksud sabda beliau ‘Pemilik Al-Qur’an’ adalah orang yang
menghafalnya di luar kepada, sesuai dengan sabda Nabi صلى الله عليه وسلم : ‘Yang menjadi imam di suatu kaum adalah
orang yang lebih banyak bacaannya terhadap Kitabullah.” Maksudnya yang paling
banyak hafalannya.
Karena itu, kelebihan derajat di
surga sesuai dengan hafalan di dunia. Bukan sesuai dengan bacaan dan
memperbanyak bacaan sebagaimana orang-orang mengiranya.
Di dalam hadits ini terdapat
keutamaan yang jelas bagi penghafal Al-Qur’an. Namun, dengan syarat
menghafalnya karena Allah semata. Bukan untuk tujuan dunia, dirham dan dinar.
Kalau tidak, maka Nabi صلى الله عليه وسلم
bersabda, “Kebanyakan munafik dari ummatku adalah orang yang ahli membaca
(Al-Qur’an).”
Oke sebelum mengakhiri tulisan
ini perlu diketahui bahwa ternyata menghafal quran juga termasuk berbakti sama
orang tua sebagaimana diterangkan dalam hadits suatu ketika pada hari kiyamat
orang tua diberikan mahkota kemuliaan yang mana yang mana cahaya mahkota
tersebut lebih terang dari pada matahari, sehingga orang tua tersebut terkejut,
kemudian bertanya darimana saya dapat kemuliaan ini? Kemudian dijawab ini
disebabkan karena anak kamu menghafal quran . wallahu a’lam ayo tidak ada
alasan lagi kita tidak bahagia dengan menghafal quran.
By: Achmed
Langganan:
Komentar (Atom)









