Al-Qur’an diturunkan selama dua tahun lebih , proses penurunannya terkadang hanya turun satu ayat dan terkadang turun sampai sepuluh ayat. Tulisan-tulisan Al-qur’an pada maa Nabi tidak terkumpul dalam satu mushaf. Susunan penulisan Al-Qur’an pun tidak menurut susunan nuzulnya, tetapi setiap ayat yang turun ditulis di tempat penulisan yang sesuai dengan petunjuk Nabi. Nabi tidak mengumpulkan Al-Qur’an dalam satu mushaf karena ia senantisa menunggu ayat nasikh terhadap sebagian hukum-hukum atau bacaannya. Pada masa Nabi Al-Qur’an masih berserakan pada kulit, tulang dan pelepah kurma, dengan demikian, abu bakar memerintahkan agar dikumpulkan dalam satu mushaf, dengan ayat-ayat dan ,surat-suratyang tersusun serta ditulis dengan sangat berhati-hati dan mencangkup tujuh huruf yang dengan itu Al-Qu’an diturunkan. Setelah itu Usman juga mengumpulkan Al-Qur’an ,
dengan cara menyalin dalam satu huruf diantara tujuh huruf itu, untuk mempersatukan kaum muslimin.Kodifikasi al-Qur’an pada masa Abu Bakar merupakan bentuk pemindahan dari pelepah-pelepah kurma, kepingan-kepingan batu, dan kulit-kulit binatang yang ditulis menjadi satu mushaf dengan ayat-ayat yang sudah tersusun. Dikumpulkannya al-Qur’an pada masa ini karena banyak para huffadz yang gugur dalam peperangan.
Sedangkan pada masa Utsman merupakan bentuk penyalinan dari mushaf yang telah ada pada masa Abu Bakar dan dikirim ke Negara-negara Islam. Disalinnya karena banyak perbedaan dalam membaca al-Qur’an. Penyempurnaan al-Qur’an terus berlangsung setelah penulisan al-Qur’an pada masa Utsman diantaranya penambahan-penambahan harakat (fathah, kasrah, dhammah) oleh al Duwali serta pembubuhan titik pada huruf al-Qur’an yang memiliki kemiripan bentuk oleh Yahya bin Ma’mur dan Nashr bin ‘Ashim, keduanya murid al-Duwali.
dengan cara menyalin dalam satu huruf diantara tujuh huruf itu, untuk mempersatukan kaum muslimin.Kodifikasi al-Qur’an pada masa Abu Bakar merupakan bentuk pemindahan dari pelepah-pelepah kurma, kepingan-kepingan batu, dan kulit-kulit binatang yang ditulis menjadi satu mushaf dengan ayat-ayat yang sudah tersusun. Dikumpulkannya al-Qur’an pada masa ini karena banyak para huffadz yang gugur dalam peperangan.
Sedangkan pada masa Utsman merupakan bentuk penyalinan dari mushaf yang telah ada pada masa Abu Bakar dan dikirim ke Negara-negara Islam. Disalinnya karena banyak perbedaan dalam membaca al-Qur’an. Penyempurnaan al-Qur’an terus berlangsung setelah penulisan al-Qur’an pada masa Utsman diantaranya penambahan-penambahan harakat (fathah, kasrah, dhammah) oleh al Duwali serta pembubuhan titik pada huruf al-Qur’an yang memiliki kemiripan bentuk oleh Yahya bin Ma’mur dan Nashr bin ‘Ashim, keduanya murid al-Duwali.






0 komentar:
Posting Komentar