Rabu, 19 Desember 2012

PT .Sahara Kafila Jakarta

Labaikallahumalabaik LabaikalasyarikalabaikPerjuangan yang cukup berat untuk bisa sampai ke Raudah, yaitu tempat yang berada di antara mimbar dan makam Nabi Muhammad SAW dan satu-satunya tempat di dunia ini yang Rasulullah SAW  tetapkan sebagai sebuah taman dari taman-taman surga.
Bapak-bapak dan ibu-ibu adalah hamba pilihan Allah. Karena tidak semua orang bisa dapat kesempatan seperti bapak-bapak dan ibu-ibu. Ada orang yang mampu secara finansial, tapi belum terpanggil untuk ke tanah suci,niatkan diri kita selama perjalanan Umroh ini karena Allah semata, jangan ada maksud-maksud yang lain. Dengan niat ikhlas dan pasrah kita insya Allah akan banyak mendapat kemudahan. Semuanya punya satu tujuan yang sama,yaitu mengunjungi Tanah Suci Allah untuk beribadah sebaik-baiknya.
Alhamdulilah Keberangkatan umrah jamaah  PT.Sahara Kafila Wisata pada awal tahun 2012,mulai dari 21 februari hingga 16 april 2012.sudah berlangsung sebanyak 15 kloter,dan total dari keseluruhan jamaah yang mendaftar kepada PT.Sahara Kafila pada tanggal 21 feb -16 april 2012 sebanyak 705 jamaah yang telah diberangkatkan ketanah suci,bekerjasama dengan penerbangan Qatar Airlines dan Saudi Airlines
Kami memiliki Tour Leader dan pembimbing ibadah,antara lain Ustadzah.Widiya putri ika mas’ud,Ustadz.H.Lutfi Rahman,Ustadz.Wasiatu Dinul,Ustadz.H.Taufik Machrus,H.Swadika Yanavi,Ustadz.Ahmad Alwasim,dan tour leader,pembimbing ibadah yang berpengalaman lainnnya.
Untuk keberangkatan selanjutnya dibulan Mei ditanggal :
-  2 Mei 2012 paket 9 hari,menggunakan penerbangan Saudi Airlines.
- 3 Mei 2012 paket 9 hari,menggunakan penerbangan Qatar Airlines.
- 10 Mei (Umroh+Turki) paket 12 hari,menggunakan penerbangan Turky Airlines.
- 14 Mei 2012 paket 9 hari,menggunakan penerbangan Qatar Airlines.
Untuk keterangan lebih lanjut dapat membuka website kami klik  www.saharakafila.com / dapat menghubungi kami di 021.8403641.

Maestro Qur'an

REPUBLIKA.CO.ID, Sepanjang hidupnya, Mbah Mun telah memberikan contoh kepada kaum Muslimin untuk selalu menjadikan Alquran sebagai pegangan hidup.

Namun, hafalan ayat-ayat Alquran dari Mbah Mun tak lagi terdengar sejak Rabu, 29 Desember 2004.

Hari itu, ia tak kuasa lagi berucap karena malaikat maut telah menjemput. Pada usia 94 tahun, Mbah Mun, sang hafiz berjiwa teduh itu, berpulang dengan tenang.

Sosok yang Pemurah
Rizqon Khamami menyimpan kenangan yang tak bisa dilupakan mengenai sosok KH Muntaha al-Hafidz.

Dalam blog pribadinya, Rizqon yang pernah nyantri selama tiga tahun di Pondok Pesantren al-Asy'ariyyah, Wonosobo, menulis, Mbah Mun adalah sosok yang murah hati.

Ketika ribuan santri berdatangan ke Kalibeber, ia tak mau mengambil untung. Ia menegaskan, pihak pesantren tidak membuat dapur umum. Sebaliknya, ia menyeru para santri untuk makan di warung-warung milik warga. Inilah bentuk paling sederhana dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilakukan Mbah Mun.

Rizqon juga menulis, sekarang ini tenaga kerja di daerah tersebut banyak terserap di lembaga-lembaga pendidikan yang dirintis Mbah Mun.

“Dulu, ketika penduduk Kalibeber belum banyak, Mbah Muntaha cukup dengan menyantuni saja sementara beliau mencukupkan diri dengan pesantren khusus penghafal Alqurannya  yang sederhana, yakni Pesantren al- Asy'ariyyah.''

Kenangan lain yang masih terekam di benak Rizqon adalah cara Mbah Mun memimpin shalat. Setiap kali shalat berjamaah Subuh, Mbah Mun menjadi imam dengan mengenakan celana training, berjubah longgar, berpeci putih, dan serban bermotif hitam-putih seperti milik Yasser Arafat.




Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Mohammad Akba