Minggu, 22 Juli 2012

KODIFIKASI ALQURAN DALAM DADA


Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi yang ummi. Otomatis, maka himmah Nabi hanya tercurahkan untuk menghafal dan melahirkannya, agar ia dapat dihafal sebagaimana diturunkan kepadanya. Lantas beliau membacakannya kepada manusia agar mereka dapat hafal dan membacakannya. Telah maklum bahwa beliau adalah Nabi yang buta huruf yang diutus oleh Allah kepada bangsa Arab yang juga buta huruf. Allah berfirman dalam surat Al-Jumu’ah:2
Artinya : ”Dia yang mengutus kepada umat yang ummi (Arab) seorang rasul diantara mereka,yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya dan membersihkan mereka (dari kekafiran dan kelakuan yang tidak baik) dan mengajarkan kitab dan hikmah kepada mereka.” (QS.Al-Jumu’ah:2). (Ash-Shaabuuniy :94)
Sudah barang tentu, biasanya seorang yang buta huruf berpegang kepada orang yang hafal dan mengingatnya. Karena dia tidak bisa membaca atau menulis, maka bangsa Arab pada masa turunnya Al-Qur’an bangga dengan sifat kekhususannya, yaitu memiliki daya ingat yang kuat serta cepat menghafal,bahkan hatinya begitu terbuka. Rasulullah ingin sekali hendak mengumpulkan wahyu itu. Turunnya ayat itu oleh nabi ditunggu dengan kerinduan dan setelah turun oleh Nabi dipahami dan dihafalnya. Benarlah janji Allah yang berbunyi
“Sesungguhnya atas tanggung jawab kamilah megnumpulkannya (dalam dadamu) membuat kamu pandai membaca.(QS.75:17).

0 komentar:

Posting Komentar